Bukan RI, Bank Dunia Ramal 3 Negara Ini Jadi Penguasa ASEAN

Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Dunia memproyeksi pertumbuhan ekonomi global menyusut menjadi 2,4% pada 2024 dari 2,6% pada 2023. Di tengah melambatnya ekonomi global, sejumlah negara diperkirakan mampu tumbuh cemerlang seperti Filipina.

Dalam laporannya yang berjudul Global Economic Prospects January 2024 memperkirakan ekonomi global akan melambat ke 2,4% pada tahun ini dibandingkan 2,6% pada 2023.

Lembaga multinasional tersebut memang tidak merevisi proyeksi pertumbuhan untuk tahun ini tetapi memangkas cukup signifikan untuk proyeksi tahun depan.
Ekonomi dunia diperkirakan hanya akan tumbuh sebesar 2,7% pada 2025, proyeksi tersebut lebih rendah dibandingkan pada Juni lalu yakni 3,0%.

Menurut Bank Dunia, ekonomi dunia akan melemah karena terimbas dampak pengetatan kebijakan moneter, terbatasnya ekspansi finansial, serta lemahnya investasi dan perdagangan dunia.

Bank Dunia juga mengingatkan adanya risiko besar untuk pertumbuhan ke depan dari konflik di Timur Tengah, gangguan di pasar komoditas, mahalnya ongkos pinjaman, bengkaknya utang, melandainya ekonomi China, inflasi yang masih tinggi, serta perubahan iklim yang ekstrem.

“Untuk dua tahun ke depan, outlooknya gelap. Mayoritas negara, baik negara maju dan berkembang, akan tumbuh lebih lambat pada 2024 dan 2025 dibandingkan dekade sebelum Covid-19,” tulis Bank Dunia dalam laporannya Global Economic Prospects January 2024 yang keluar pada Selaaa (9/1/2024).

China sebagai negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia diproyeksikan mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi menjadi 4,5% di 2024. Hal ini terjadi di tengah lambatnya perekonomian China khususnya dari sisi manufaktur, deflasi yang kian melanda, krisis properti, dan utang negara yang begitu besar.

Perlambatan ekonomi China akan berdampak besar terhadap negara-negara Asia, seperti Indonesia. Bagi Asia, China adalah motor utama penggerak pertumbuhan, pembeli impor terbesar, hingga penyumbang devisa melalui kunjungan turis.

Hal tersebut juga berdampak bagi Indonesia mengingat China merupakan mitra dagang utama RI. Perlambatan yang terjadi di China juga akan mempengaruhi jumlah ekspor Indonesia karena permintaan (impor) barang dari China akan berkurang, sehingga akan mempengaruhi pada pertumbuhan ekonomi.

Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menurun menjadi 4,9% pada 2024 dari 5% pada 2023 dan bahkan pada 2025 pun masih di angka yang sama yakni 4,9%.

Berbeda halnya dengan negara ASEAN lainnya, Vietnam, Kamboja, dan Filipina diproyeksi mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi pada 2024 menjadi 5,5%, 5,8%, dan 5,8%.

Dalam hitungan Bank Dunia, hanya ada tiga negara ASEAN yang mampu tumbuh di atas 5% yakni Vietnam dan Filipina, dan Kamboja. Kamboja akan menjadi negara dengan pertumbuhan tertinggi. Dalam hitungan Bank dunia, Kamboja akan tumbuh di atas 5% untuk tiga tahun beruntun (2022-2024).

Berikut lima negara ASEAN dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi tertinggi menurut Bank Dunia:
1. Kamboja (5,8%)
2. Filipina (5,8%)
3. Vietnam (5,5%)
4. Indonesia (4,9%
5. Malaysia (4,3%)

Berbeda halnya dengan negara ASEAN lainnya, Vietnam, Kamboja, dan Filipina diekspektasikan mengalami kenaikan pertumbuhan ekonomi pada 2024 menjadi 5,5%, 5,8%, dan 5,8%. https://trukgandeng.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*