DK PBB Turun Gunung ‘Serang’ Houthi Yaman, Sahkan Resolusi Laut Merah

Jakarta, CNBC Indonesia РDewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) turun gunung soal serangan Houthi di Laut Merah, Rabu waktu setempat. Mereka menuntut milisi Yaman itu segera menghentikan serangannya ke kapal-kapal di jalur perdagangan internasional itu.

Mengutip CNBC International, Kamis (11/1/2024), Resolusi bahkan diusulkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Keduanya menyerukan agar Houthi segera menghentikan semua serangan yang menghambat perdagangan global, melemahkan hak kebebasan navigasi serta perdamaian dan keamanan regional.

Sebenarnya beberapa negara abstain. Di antaranya Rusia dan China, termasuk Mozambik dan Aljazair.

Secara rinci resolusi mengecam keras setidaknya dua lusin serangan Houthi terhadap kapal dagang dan komersial sejak 19 November 2023. Houthi sendiri telah meningkatkan serangan mereka terhadap lalu lintas maritim internasional di Laut Merah sebagai solidaritas terhadap warga Palestina di Gaza.

Resolusi tersebut juga mencatat pelanggaran skala besar embargo senjata terhadap Houthi. Ditegaskan pula perlunya semua negara anggota untuk mematuhi kewajiban sanksi.

“Iran telah lama mendorong tindakan Huthi yang mendestabilisasi di kawasan melalui dukungan finansial dan material yang melanggar embargo senjata PBB,” kata Duta Besar Washington untuk PBB Linda Thomas-Greenfield menunjuk Teheran sebagai pihak yang membantu Houthi.

“Kami tahu bahwa Iran sangat terlibat dalam perencanaan operasi terhadap kapal-kapal komersial di Laut Merah,” tambahnya.

Serangan Houthi yang semakin intensif telah menyebabkan perusahaan pelayaran enggan melewati rute tersebut. Mereka beralih ke Tanjung Harapan di Afrika Selatan, sehingga menambah waktu dan biaya perjalanan secara signifikan.

PBB sebelumnya mengatakan pihaknya sangat prihatin terhadap situasi di Laut Merah. Bukan hanya karena situasi itu sendiri, dan risiko yang ditimbulkannya terhadap perdagangan global.

Respons Tegas Rusia

Di sisi lain, Rusia berusaha untuk memperkenalkan tiga amandemen terhadap resolusi tersebut. Namun semuanya ditolak.

Rusia merujuk kekhawatiran terhadap koalisi Washington. Serangan Houthi sejak Oktober membuat AS dan 12 negara membentuk koalisi militer Operation Prosperity Guardian dengan menerjunkan kappa perang guna menghalau Houthi.

“Kami tidak bisa tidak khawatir dengan situasi saat ini di Laut Merah… Namun, kami khawatir bahwa AS dan sekutunya lebih memilih, seperti yang sering terjadi di masa lalu, untuk memilih jalan penyelesaian sepihak dengan kekerasan,” kata Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia.

Amademen itu merujuk pula pada akar konflik di Jalur Gaza. Serangan Israel ke sana disebut sangat berkontribusi terhadap ketegangan. https://madusekali.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*