Kedelai Sempat Hilang Efek Laut Merah Panas, Begini Kabar Terbarunya

Jakarta, CNBC Indonesia –  Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan, kedelai-kedelai impor sudah mulai berdatangan dan masuk ke Indonesia. Di sisi lain, dia menambahkan, Bulog akan menyiapkan strategi agar krisis kedelai tak lagi terulang.

Bayu menuturkan, krisis kedelai yang sempat terjadi beberapa waktu terakhir dipicu oleh gangguan kelancaran logistik internasional. Menurutnya, ada 2 hal penyebab utama gangguan tersebut.

Pertama, akibat pendangkalan Terusan Suez. Kedua, efek domino konflik di Timur Tengah yang melebar ke memanasnya kondisi di Laut Merah. Sebagai informasi, 
Kelompok Houthi telah mengaku bertanggung jawab atas serbuan pesawat tak berawak (drone) dan rudal skala besar ke kapal-kapal yang melintas di jalur perdagangan internasional tersebut.

Kondisi ini membuat ketersediaan kapal dan kontainer terganggu. Kapal-kapal kontainer jadi muter, sehingga butuh tambahan waktu sampai 3 minggu. Ini yang dirasakan di kedelai,”  katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/1/2024).

“Sistem perdagangan, rantai pasok global ini kan terintegrasi. Kapal dari Eropa ke Singapura, mampir di China, mampir di Thailand, mampir ke Indonesia. Jadi kalau ada satu hambatan kontainer, akan terasa langsung ke global supply. Ini sudah terjadi ke kedelai. Karena sumber pasokannya kan dari Amerika Serikat, dari Amerika Latin, jadi sudah pasti kena efek gangguan ini. Kalau ke beras sampai saat ini belum kena gangguan, Bulog masih bisa kelola. Kita impornya diantaranya dari Vietnam, Thailad, dan Myanmar,” terang Bayu.

Di sisi lain, dia menambahkan, ke depan Bulog akan melakukan upaya agar krisis kedelai tak lagi terulang. Meski, dia mengakui, krisis tidak bisa dihindari jika penyebabnya adalah gangguan di rantai pasok global.

“Saat ini informasinya kapal-kapal kedelai ini sudah berdatangan dan masuk Indonesia. Mudah-mudahan akan menormalkan kondisi sampai menjelang Ramadan,” ujar Bayu.

“Untuk tahun 2024 ini, meski Bulog ditugaskan untuk pajale (padi, jagung, kedelai), sampai saat ini belum ada aktivitas yang kami lakukan soal kedelai. Dan kalau pun misalnya kami mau melakukan itu, paling cepat masuknya 1,5 bulan lagi. Kami sudah sampaikan ke Gakoptindo. Kita akan bikin sistem agar ini tak terulang lagi,” tambah Bayu.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifuddin membenarkan krisis kedelai di dalam negeri kini perlahan mulai menemukan titik terang.

“Alhamdulillah, kapal yang bawa kedelai sudah tiba & bongkar 60.000 ton. Dan akan segera tiba lagi kapal-kapal selanjutnya. Dan saat ini, pembelian kedelai tidak dijatah lagi. Barokallah. Importir sudah aktif lagi impor kedelai,” katanya kepada CNBC Indonesia, Kamis (11/1/2023). https://frutangjeruk.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*