Profil Anisha Istri Pangeran Mateen, Ternyata Ordal Istana

Jakarta, CNBC Indonesia – Ini adalah hari patah hati bagi banyak wanita yang mengidolakan Pangeran Abdul Mateen dari Brunei Darussalam. Sebab, Sang Pangeran telah resmi menikahi gadis pilihannya, Anisha Rosnah binti Adam pada Kamis (11/1/2024).

Pangeran Mateen mempersunting Anisha dengan mahar atau mas kawin berupa uang senilai 1.000 ringgit Brunei Darussalam atau sekitar Rp11,7 juta (asumsi kurs Rp11.719/ringgit Brunei Darussalam). Akad nikah Royal Couple tersebut digelar di Masjid Sultan Omar Ali Saifuddien, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam. 

Lalu, siapakah sosok gadis beruntung yang menikah dengan Pangeran Mateen tersebut?

Suasana akad nikah Pangeran Mateen dari Brunei. (Tangkapan layar RTBGo Livestreaming Channel)

Profil Anisha Rosnah, Istri Pangeran Mateen

Anisha Rosnah (Tangkapan layar instagram @muash.portfolio)

Anisha bukanlah dari keluarga sembarangan. Keluarganya punya kedekatan dengan keluarga Kerajaan Brunei Darussalam. 

Melansir dari Murai, Anisha adalah cucu penasihat sultan di Brunei, Yang Berhormat Pehin Dato Awang Isa bin Awang Ibrahim sekaligus seorang pembesar Brunei.

Perempuan kelahiran 6 November 1994 ini adalah lulusan University of Bath di Inggris. Kini, ia dilaporkan memiliki usaha di bidang fesyen, yakni Slik Collective dan bisnis travel, Authentinerary, yang dijalankan bersama sahabatnya, Emily.

Saat ini, kakek Anisha, Pehin Dato Awang Isa menjabat sebagai Penasihat Khusus Sultan, Menteri di Departemen Perdana Menteri Pemerintahan Brunei, dan Manteri atau golongan pembesar kerajaan dengan gelar “Pehin Orang Kaya Laila Setia Bakti Diraja”

Menurut laman web Kerajaan Brunei (www.pmo.gov.bn), Pehin Dato Awang Isa adalah pendiri Royal Brunei Airlines. Selain itu, kakek Anisha ini juga sempat dilantik sebagai Wakil Jaksa Agung (Timbalan Peguam Negara) pada 1968 dan Wakil Menteri Besar (Timbalan Menteri Besar) pada 1970 silam.

Sejak saat itu, Pehin Dato Awang Isa memiliki hubungan yang cukup dekat dengan keluarga kerajaan. Selain itu, ia sempat menjabat sebagai Founding Chairman Royal Brunei Airlines pada November 1974 hingga Januari 1984. https://juswortele.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*