Wanita Ini Tentukan Nasib Jomblo di Seluruh Dunia

Jakarta, CNBC Indonesia –¬†Match Group, raksasa aplikasi kencan yang menaungi Tinder, telah menunjuk Faye Iosotaluno sebagai CEO Tinder yang baru.

Penunjukan CEO baru ini terjadi dua tahun setelah CEO sebelumnya Renate Nyborg meninggalkan perusahaan pada Agustus 2022. Selama waktu itu, CEO Match Group Bernard Kim memegang posisi tersebut.

Iosotaluno telah bekerja di Match Group sejak tahun 2017. Dia dipromosikan dari posisi chief strategy officer perusahaan menjadi chief operating officer Tinder pada tahun 2022 ketika Nyborg hengkang.

“Pemahaman Faye tentang kategori kencan tidak ada bandingannya dan ditambah dengan kemampuan kepemimpinannya yang luar biasa, saya tahu Tinder akan terus memimpin kategori ini,” kata Bernard Kim, CEO Match Group dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Tech Crunch, Kamis (11/1/2023).

Match Group dilaporkan mengalami penurunan jumlah pengguna berbayar selama beberapa kuartal terakhir. Namun, dalam laporan pendapatan Q3 2023 disebutkan bahwa optimalisasi harga, serta pendapatan keseluruhan melalui pengguna yang membayar mengalami peningkatan.

Pada bulan September, perusahaan memperkenalkan langganan yang cukup mahal yakni US$499 per bulan untuk bisa match dengan profil yang “paling dicari”.

Tahun lalu, sebagai bagian dari penyelesaian dengan Google, Match Group diizinkan untuk menawarkan pembelian dalam aplikasi melalui layanan penagihannya sendiri di Play Store, bersama dengan sistem penagihan Google sendiri.

Ini berarti raksasa kencan itu harus membayar 26% atau 11%, tergantung jenis pembayaran ke Google. Perjanjian penagihan pilihan pengguna antara dua perusahaan ini akan berlaku mulai 31 Maret 2024. Pemotongan ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan pembelian dalam aplikasi untuk Tinder dan properti Match Group lainnya.

Tinder juga mulai bereksperimen dengan fitur pemilihan foto bertenaga AI tahun lalu. Pada Agustus, Match Group menunjuk mantan kepala pertumbuhan Zynga, Mark Kantor, sebagai wakil presiden inovasi untuk fokus memperkenalkan fitur-fitur bertenaga AI di seluruh propertinya.

Awal pekan ini, The Wall Street Journal melaporkan bahwa aktivis investor Elliot Investment Management telah membangun saham sebesar US$1 miliar di Match Group.

Elliot akan mendiskusikan perubahan dengan Match Group untuk meningkatkan kinerja perusahaan, menurut laporan tersebut.

Saham Match Group telah merosot lebih dari 13% dalam 12 bulan terakhir. Namun, karena laporan investasi Elliot dan penunjukan CEO baru, harga saham melonjak lebih dari 3% pada jam kerja di hari Selasa. https://perjuangangila.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*