Jokowi Sebut Serangan Personal Saat Debat Capres, Juru Bicara AMIN: Yang Ditanyakan Anies Kebijakan Pertahanan

Jokowi Sebut Serangan Personal Saat Debat Capres, Juru Bicara AMIN: Yang Ditanyakan Anies Kebijakan Pertahanan

Juru Bicara Darat Tim Kampanye Nasional (Timnas) Anies-Gus Muhaimin, Sahat Simatupang (Analisadaily/Istimewa)

Analisadaily.com, Medan –┬áJuru Bicara Darat Tim Kampanye Nasional (Timnas) Anies-Gus Muhaimin, Sahat Simatupang mengatakan, pernyataan Presiden Joko Widodo mengomentari debat capres ketiga pada Minggu (7/1) yang disebut dipenuhi serangan personal sebagai bentuk kekhawatiran terhadap kualitas debat. Namun Sahat menapik jika serangan personal yang diungkapkan Jokowi dialamatkan kepada Anies.

Bahkan, kata Sahat, Anies diserang secara brutal oleh Prabowo dengan menyebut Anies menyesatkan. Sebab, kata Prabowo, Anies memberi contoh yang tidak baik.

“Itu serangan personal yang brutal. Jadi kami menangkap maksud Jokowi barangkali mengingatkan agar debat tidak menyerang personal karena Anies diserang dengan brutal,” katanya, Selasa (9/1).

Sahat menuturkan jika mengikuti jalannya debat capres ketiga dengan hati yang tenang tanpa emosi, apa yang disampaikan Anies dalam kaitan soal kebijakan-kebijakan pertahanan.

“Awalnya Anies meminta Prabowo menjelaskan perihal adanya dugaan orang dalam di pengadaan alutsista dan food estate yang dipegang Prabowo sebagai Menteri Pertahanan,” tuturnya.

Anies saat debat, ujar Sahat juga menanyakan soal lahan 340.000 hektare yang pernah disampaikan Presiden Jokowi saat debat calon presiden 2019 dan mengaitkannya dengan sulitnya prajurit mendapat rumah.

“Data tanah Prabowo itu kan pernah diungkap Jokowi,” ujar Sahat.

Dalam debat tersebut, sambung Sahat, tidak ada serangan personal karena yang ditanyakan Anies kebijakan pembelian pesawat bekas.

“Kalau kemudian itu dianggap rahasia negara,untuk apa debat dengan tema pertahanan dilakukan. Dihapus saja tema pertahanan dalam debat capres,” ujar Sahat.

Mengenai pelanggaran etik pencalonan cawapres Gibran Rakabuming Raka yang ditanyakan Anies kepada Prabowo,bukan menyerang prbadi. Sebagai calon presiden atau calon pemimpin negara, Anies mengingatkan tidak boleh ada standard ganda dalam menerapkan etika.

“Ngomong jangan korupsi tetapi membiarkan korupsi.Ngomong demokrasi tetapi memberangus kebebasan berpendapat dan melakukan pemaksaan. Itu tidak etis. Tapi Prabawo justru mengatakan Anies tak pantas bicara etik. Itu serangan brutal saat debat,” terang Sahat.

Sebenarnya sambung Sahat, Anies tak lagi mengingat-ingat jalannya debat tersebut karena langsung berangkat kampanye ke Provinsi Gorontalo. Karena Anies merasa yang dibahas dalam debat semua soal kebijakan pemerintahan.

“Kebijakan-kebijakan yang dilakukan pemerintah berkaitan dengan pertahanan tentu ditanyakan kepada Prabowo karena dia capres yang saat ini Menteri Pertahanan. Masa pengadaan alutsista dan food estate yang ditangani Kementerian Pertahanan ditanyakan ke calon presiden Ganjar Pranowo,” kata Sahat.

Sahat membiarkan publik menilai kebijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah berkaitan dengan pertahanan tersebut.Menjadi aneh, ujarnya jika pertanyaan tersebut dinilai Jokowi sebagai serangan personal.https://buerinas.com/0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*