Pantau Penyaluran Bantuan Pangan Di Garut

Airlangga: Jaga Daya Beli Dan Tekan Inflasi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau penyaluran bantuan pangan kepada penerima bantuan pangan (PBP) di Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (20/1/2024). (ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau penyaluran bantuan pangan kepada penerima bantuan pangan (PBP) di Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (20/1/2024). (ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian)

RM.id  Rakyat Merdeka – Pemerintah terus menyalurkan bantuan pangan di awal tahun 2024. Bantuan tersebut dilakukan untuk menopang daya beli masyarakat dan menekan inflasi.

Penyaluran Bantuan Pangan kepada Penerima Bantuan Pangan (PBP) kali ini digelar di Kelurahan Sukagalih, Kecama­tan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartar­to meninjau langsung ke lokasi penyaluran bantuan tersebut.

Airlangga mengatakan, pro­gram ini kelanjutan penyaluran bantuan pangan yang telah diberikan sejak 2023. Program tersebut sesuai dengan arahan Presiden Jokowi yang telah me­mutuskan untuk memperpanjang penyaluran bantuan pangan hingga Juni 2024.

Bantuan pangan ini menjadi bagian dari penanganan El Nino akibat dari panen yang berubah, mundur.

“Di Pulau Jawa dua bulan, di luar Pulau Jawa ada yang tiga bulan. Program ini dilakukan oleh Pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat,” kata Air­langga, seperti dikutip Rakyat Merdeka, Minggu (21/1/2024).

Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan, dengan adanya bantuan ini, masyarakat dibantu untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kita berharap masih ada hal yang mereka bisa lakukan untuk belanja yang lain,” harapnya.

Dalam kegiatan itu, Airlangga juga berdialog dengan para PBP dan menyerahkan bantuan se­cara simbolis kepada 5 PBP dari 150 PBP yang hadir.

Adapun jumlah alokasi ban­tuan pangan beras di Kabupaten Garut tercatat sejumlah 296.885 PBP pada 2024.

Bantuan yang diberikan Pe­merintah itu disambut baik masyarakat yang hadir. Mereka mengakui, bantuan itu sangat membantu meringankan kebutu­han pangan beras sehari-hari.

Mereka juga meminta pro­gram bantuan pangan dapat terus dilanjutkan oleh Pemerintah. Masyarakat juga berharap agar jumlah bantuan diperbanyak.

Airlangga menjelaskan, penyaluran bantuan pangan ini bisa menopang daya beli masyarakat, yang pada gilirannya kalau in­flasi rendah, daya belinya bisa kuat dan bisa menumbuhkan pertumbuhan ekonomi.

“Jadi saya katakan bahwa bansos itu hal yang kita dorong untuk juga memulihkan perekonomian nasional,” jelas Airlangga.

Secara nasional, berdasar­kan data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Eks­trem (P3KE), penerima bantuan pada 2024 tercatat sebanyak 22 juta PBP, yang masing-masing mendapatkan beras sebanyak 10 kilogram per bulan. Jumlah ini meningkat dibandingkan pada 2023 yang tercatat 21,3 juta PBP.

Kepala Badan Pangan Na­sional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan, Bapanas terus mendukung program bantuan pangan dari Pemerintah. Dia juga memastikan stok beras saat ini sangat mencukupi.

Bapanas bersama Bulog se­lalu memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) se­cured dan cukup, terutama untuk pelaksanaan bantuan pangan beras tahun 2024.

“Satu tahapan selama tiga bulan itu membutuhkan beras sekitar 660 ribu kilogram,” kata Arief.

Arief menjamin stok CBP un­tuk pelaksanaan bantuan pangan beras tahun 2024 senantiasa aman dan mencukupi.

Penguatan stok CBP secara konstan penting dilakukan mengiringi pelaksanaan program-program penyaluran yang tengah digencarkan Pemerintah.

“Beras di Bulog hari ini ada 1,4 juta ton. Ini bergerak terus, karena kita ada program-program penyaluran. Kemarin pun ada sedikit (keterlambatan) dua bulan produksi karena dampak iklim El Nino,” ungkap Arief.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*