Pecat Fernando Valente, Arema Tunjuk Widodo C Putro

Widodo C Putro. (Foto : ist)
Widodo C Putro. (Foto : i

RM.id  Rakyat Merdeka – Prestasi Arema FC tak kunjung naik di klasemen BRI Liga 1 memaksa manajemen memutus kontrak pelatih Fernando Valente.

Valente dipecat setelah Arema kalah lawan PSIS Semarang dalam lanjutan kompetisi BRI Liga 1 2023/2024 pekan ke-24.

Keputusan ini diambil untuk meringankan beban yang dirasakan Valente dan memberikan kesempatan bagi tim untuk mendapatkan suasana dan strategi baru.

Wibie Dwi Andryas, selaku Manager Tim Arema FC, mengucapkan terima kasih kepada Valente atas kontribusinya.

“Tentu kami berharap keputusan tersebut dapat membangkitkan semangat tim dan membantu memperbaiki kondisi Arema FC yang saat ini sedang berjuang untuk keluar dari zona degradasi,” ungkap Wiebie.

Keputusan manajemen ini diambil sebagai reaksi cepat dan obyektif atas hasil yang kurang memuaskan, dengan harapan perubahan ini bisa memberikan dampak positif bagi tim.

Manajemen Arema FC sangat mengapresiasi kontribusi Valente dalam membantu transisi psikologis tim dan perlengkapannya pasca tragedi di Kanjuruhan, namun kebutuhan tim untuk segera bangkit dari posisi degradasi menjadi fokus utama pengambilan keputusan tersebut. 

General manager Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi menyebutkan bahwa kedepan Arema FC harus lebih fokus di sisa pertandingan yang ada.

“Keputusan strategis harus diambil, tentu saja target kami jelas, Arema harus bisa lolos dari degradasi,” tandasnya.

Arema FC juga langsung menunjuk Widodo Cahyono Putro sebagai pelatih kepala baru yang akan memimpin tim Singo Edan di kompetisi BRI Liga 1 2023/2024.

“Di situasi seperti ini manajemen harus bergerak cepat, pilihan akhirnya jatuh pada Widodo Cahyono Putro yang akan memimpin tim,” ungkap Wiebie Dwi Andriyas pada (9/2/2024).

Widodo dipilih sebagai pelatih kepala karena dinilai memiliki karakter kuat untuk menangani tim, terlebih saat ini Arema FC membutuhkan figur yang memiliki karakter untuk mengangkat prestasi tim demi bisa lepas dari zona degradasi.

“Alasannya yang pertama adalah karakter dan pengalaman, kami menilai coach Widodo adalah figur pelatih yang memiliki karakter serta pengalaman, tentu tidak lain hal ini dilakukan sebagai upaya agar Arema FC bisa lepas dari zona degradasi,” tambah Wiebie.https://buerinas.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*