Bamsoet Jadi Dosen Tetap S3 Ilmu Hukum Universitas Trisakti

Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan depan), dalam silaturahmi bersama Dekan, Wakil Dekan, dan para dosen serta staf pengajar Fakutas Hukum Universitas Trisakti, di Kampus Universitas Trisakti, Jakarta, Jumat (8/3). (Foto: Istimewa)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan depan), dalam silaturahmi bersama Dekan, Wakil Dekan, dan para dosen serta staf pengajar Fakutas Hukum Universitas Trisakti, di Kampus Universitas Trisakti, Jakarta, Jumat (8/3). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka – Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), mulai Maret 2024 menjadi Dosen Tetap Program Studi Doktor (S3) Ilmu Hukum Universitas Trisakti. Dia mengajar dua mata kuliah, yakni Filsafat Hukum Tata Negara serta Peranan Hukum dalam Pembangunan Ekonomi.

Kata Bamsoet, sebuah kehormatan bisa bergabung dalam keluarga besar Universitas Trisakti untuk turut berkontribusi memberikan berbagai pengetahuan seputar dunia hukum dari sisi teori maupun praktik. Menurutnya, mata kuliah ini sesuai dengan pengalaman dan ilmunya.

“Sesuai pengalaman saya sebagai Ketua Komisi III DPR yang membidangi bidang Hukum, HAM, dan Keamanan, Ketua DPR, dan kini Ketua MPR, maupun profesi lain saya sebagai pengusaha yang terlibat dalam berbagai sektor perekonomian serta advokat non aktif, karena telah menyelesaikan ujian kompetensi dasar profesi advokat yang diselenggarakan Kongres Advokat Indonesia (KAI),” ujar Bamsoet, usai silaturahmi bersama Dekan, Wakil Dekan, dan para dosen serta staf pengajar Fakutas Hukum Universitas Trisakti, di Kampus Universitas Trisakti, Jakarta, Jumat (8/3).

Turut hadir Dekan Fakultas Hukum Universitas Trisakti Siti Nurbaiti, Ketua Prodi Doktor Ilmu Hukum Universitas Trisakti Endang Pandamdari, dan Pusat Studi Hukum Agraria Fakultas Hukum Universitas Trisakti Irene Eka Sihombing.

Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, keberadaan Program Studi Doktor Ilmu Hukum Universitas Trisakti bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan industri nasional saja, melainkan juga untuk memenuhi kebutuhan dunia internasional. Didukung kurikulum yang selalu sejalan dan relevan dengan kebutuhan dunia industri dan pasar yang terus berkembang, sarana dan prasarana yang memadai, sumber daya alam yang unggul serta suasana akademik yang baik.

“Sehingga lulusan Program Studi Doktor Ilmu Hukum Universitas Trisakti mampu mengembangkan ilmu hukum, berwawasan internasional dengan tetap memperhatikan kearifan lokal, kooperatif, inovatif, mandiri, berjiwa kewirausahaan, menguasai teknologi serta dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan hukum,” jelas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Unpad ini menerangkan, masih terdapat banyak hal yang bisa dikaji lebih jauh terkait hukum ketatanegaraan maupun dalam hal keterkaitan hukum dan ekonomi, yang nanti akan dielaborasi dalam berbagai pertemuan kuliah. Misalnya terkait perlu tidaknya pemberlakuan doktrin struktur dasar (basic structure doctrine) dalam konstitusi negara, sebagaimana telah dilakukan di berbagai negara seperti India, Malaysia, dan Singapura.

Doktrin struktur dasar, sambung Bamsoet, menyangkut ketentuan yang tidak dapat diubah, baik oleh MPR sebagai lembaga yang berwenang mengubah dan menetapkan UUD NRI Tahun 1945 maupun oleh Mahkamah Konstitusi. Di UUD NRI Tahun 1945, Indonesia hanya mempunyai satu ketentuan yang tidak bisa diubah, yakni bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana terdapat dalam Pasal 37 ayat 5.

“Sedangkan negara seperti India, memiliki 17 doktrin Struktur Dasar seperti Supremasi Konstitusi, Negara Hukum, Prinsip Pemisahan Kekuasaan, Perlindungan HAM, hingga Sistem pemerintahan parlementer,” pungkas Bamsoet.https://buerinas.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*